Rangkuman Jurnal "Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Karyawan Dengan Metode Analytical Hierarchy Process"
Proses perekrutan karwayan merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam memenuhi salah satu target dan capaiannya. Oleh karena itu proses perekrutan yang obyektif, transparan serta profesional harus dilakukan demi pemenuhan sumber daya manusia yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Namun hal ini terkadang tidak sesuai dengan harapan sehingga perusahaan merasa kesulitan dalam menempatkan karyawan sesuai yang dibutuhkan.
Salah satu contoh paling nyatanya adalah PT. XYZ memiliki banyak pengalaman di bidang garmen, dimana perusahaan ini tentu harus bersaing dengan perusahaan yang sejenis. Hal ini karena semakin ketatnya persaingan ini dan perubahan zaman yang semakin cepat, sehingga perusahaan tentunya membutuhkan suatu sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, namun bisa bertahan serta bersaing dengan sumber daya manusia perusahaan lainnya. Menurut data statistik Kabupaten Sukabumi dari tahun 2010 – 2014 komposisi para pencari kerja pria dan wanita cenderung meningkat, hal ini ditunjukkan melalui gambar 1 dibawah ini [1]. Kondisi ini tentunya menjadi tugas Pemerintah Daerah dalam penyediaan lapangan kerja bagi masyarakatnya. Oleh karena itu kerjasama antara Pemerintah dan Dunia usaha/industri dalam penyediaan lapangan kerja sangat penting. Disisi lain penyediaan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja khususnya di Industri hendaknya disiapkan dengan baik, sehingga visi Pemerintah Daerah dalam mensejahterakan masyarakat serta tujuan perusahaan bisa terlaksana dengan baik.
Dalam proses perekrutan karyawan maka perusahaan harus punya test standar yang jelas serta obyektif. Untuk mendapatkan karyawan yang sesuai yang diharapkan tentunya dibutuhkan suatu prosedur rekrutmen yang cukup ketat. Namun yang terjadi dilapangan tidak berjalan dengan semestinya, membutuhkan waktu yang cukup lama dikarenakan proses rekrutmen karyawan meskipun kompleks namun masih dilakukan secara manual.
Masalah dalam penelitian ini ialah adanya proses rekrutmen yang masih kurang sesuai kriteria perusahaan, sehingga perusahaan kesulitan dalam menempatkan karyawan karena ada beberapa karyawan yang tidak sesuai dengan kriteria dan kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini diperlihatkan pada gambar 2 dibawah ini.
Pada gambar diatas nampak bahwa 27% karyawan yang ada di PT.XYZ kurang cocok dengan kebutuhan perusahaan, meskipun lambat laun mereka berusaha beradaptasi dengan situasi dan lingkungan kerja. 37% Tidak cocok dengan kebutuhan perusahaan, hanya 23% sangat cocok dan 13% sangat cocok. Hal ini menggambarkan bahwa adanya kekeliruan pihak manajemen perusahaan dalam proses perekrutan karyawan dengan kebutuhan di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode AHP berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, dimana metode AHP lebih baik dari SAW dengan nilai 84,62% tepat dengan hasil yang diharapkan pengguna, sementara dengan metode SAW hanya memperoleh presentase 76,92% dalam pemilihan paket internet [2], lebih cocok 100% dalam pencocokan perangkingan siswa menurut nilai raport dibandingkan metode SAW dengan nilai 33,33% [3], serta pemilihan kualitas handphone dilakukan dengan baik [4]. Memberikan hasil perangkingan karyawan baru yang sangat baik dengan kriteria Pengalaman kerja, Rekomendasi, Wawancara, Penampilan, Keadaan Fisik [5], serta pemilihan supplier terbaik [6].
Penelitian ini memberikan solusi
ba gi perusahaan agar mempermudah dalam proses pengambilan keputusan secara
tepat dan obyektif dengan tersedianya informasi data calon karyawan yang
akurat, sehingga sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Kemudian dapat memberikan manfaat dalam
mendapatkan kriteria calon karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,
sehingga pihak manajemen dapat tepat dalam pengambilan keputusan.
Disamping itu, metode yang digunakan dalam jurnal ini menggunakan metode AHP, di mana metode AHP memiliki definisi sebagai sebagai salah satu model untuk pengambilan keputusan yang dapat membantu kerangka berfikir manusia. Metode ini dikembangkan oleh Thomas L. Saaty seorang ahli matematika yang bekerja pada University of Piitsburgh pada tahun 1970-an. Dasar berfikirnya metode AHP adalah proses membentuk skor secara numerik untuk menyusun rangking setiap alternatif keputusan berbasis pada bagaimana sebaiknya alternatif itu dicocokkan dengan kriteria pembuat keputusan.
Sementara itu untuk proses penyusunan metode Algoritma AHP nya adalah sebagai berikut:
1. Mendefenisikan permasalahan dan menentukan tujuan. Bila AHP digunakan untuk memilih alternatif
atau menyusun prioritas alternatif, maka tahap ini dilakukan pengembangan
alternatif.
2.
Menyusun masalah ke dalam suatu struktur hierarki
sehingga permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang detail dan
terukur.
3.
Menyusun prioritas untuk tiap elemen masalah pada
setiap hierarki. Prioritas ini
dihasilkan dari suatu matriks perbandingan berpasangan antara seluruh elemen
pada tingkat hierarki yang sama
4.
Melakukan pengujian konsistensi terhadap perbandingan
antar elemen yang didapatkan pada tiap tingkat hierarki. Thomas L. Saaty
membuktikan bahwa Indeks Konsistensi dari matriks berordo –n ) [10].
5. Dalam proses ini dilakukan proses decomposition dengan goal Karyawan baru menggunakan 5 kriteria dari calon karyawan PT. XYZ diperlihatkan pada gambar 4 dibawah ini.
|
Kriteria |
Bobot Kriteria |
Prosentase |
|
Tes Tulis |
0.05 |
5% |
|
Wawancara |
0.26 |
26% |
|
Soft Skill |
0.48 |
48% |
|
Experience |
0.13 |
13% |
|
Grooming |
0.08 |
8% |
|
Total |
1.00 |
100% |
Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode AHP dapat membantu pihak manajemen dalam proses penyelesian calon karyawan baru secara obyektif, dengan kriteria yang diuji diantaranya tes tulis, wawancara, sof skill, experience dan grooming. Hal ini diperlihatkan melalui proses perangkingan yang dilakukan terhadap 5 calon karyawan baru a.n Resna dengan nilai 0.21231 dengan ranking 1, selanjutnya Iyang dengan nilai matrik 0.21055 dengan rangking 2, Rudi dengan nilai matrik 0.21020 dengan rangking 3, Fina dengan nilai matrik 0.18829 dengan rangking 4 serta Alfin dengan nilai matrik 0.17865 dengan rangking 5. Hasil pengujian sistem yang dibuat berbasis website dengan metode SQA diperoleh nilai uji 82.7, hal ini artinya sistem dikatagorikan baik yang diuji oleh 5 orang responden serta dapat digunakan secara significant oleh pihak manajemen.


